EVONEWS
Now Reading:
Aturan Main Program BSPS di Cianjur Diduga “Diakali” Kepala Desa Karangwangi
Full Article 3 minutes read

Aturan Main Program BSPS di Cianjur Diduga “Diakali” Kepala Desa Karangwangi

Salahsatu bangunan rumah milik warga penerima bantuan program BSPS. (Foto: cianjurupdate.co/ Rikky Yusup)

CIANJURUPDATE.CO – Upaya mengakali aturan main dalam program Bantuan Stimulan Program Swadaya (BSPS) diduga dilakukan Kepala Desa Karangwangi Kecamatan Ciranjang, Nana S. Suryadana. Indikasinya dengan mengesahkan terhadap harga bahan bangunan yang tergolong mahal sehingga berpotensi merugikan Penerima Bantuan. Selain itupun tidak ada keterbukaan dalam penjaringan toko bangunan sebagai ketentuan yang berlaku karena hanya calon tunggal.

Upaya menghindari kebocoran anggaran dalam pelaksanaan program BSPS dilakukan dengan terbitnya Permen PUPR Nomor 07 Tahun 2018 Tentang BSPS. Disebutkan secara tegas jika aturan ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkab, pemerintahan desa, dan khalayak luas. Tujuannya agar penyelenggaraan BSPS dilaksanakan dengan tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan akuntabel.

Berdasarkan penelusuran di lapangan terdata sebanyak 50 KK memperoleh bantuan sebesar Rp. 12.500.000 untuk bahan bangunan dan Rp. 2.500.000 untuk ongkos kerja setiap PB.

Jika dihitung sedikitnya Rp. 600 juta belum termasuk Swadaya yang dibayarkannya kepada Toko bangunan. Celah ini yang dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi. Dengan cara memaksakan toko bangunan agar “dipaksa” untuk disepakati PB melalui mekanisme rembuk warga lalu yang dikedepankan Tenaga Fasilitator Lapangan  atau pendamping.

Pemilik material Kurnia Jaya,  Ema mengaku jika dirinya didatangi Kepala Desa agar bersedia menjual bahan bangunan dengan pembayaran dibelakang. Hal tersebut disanggupi tanpa mengetahui secara detail aturan BSPS dan hanya calon tunggal.

“Tahunya dari Kades karena didatangi langsung ke sini tentang program BSPS lalu berikutnya saya berkomunikasi dengan pendamping. Tidak banyak pertemuan dengan PB karena saya langsung kirim barang setelah ada Daftar Rencana Pemanfaatan Bantuan (DRPB). Kalau untuk kwitansi saya serahkan ke pendamping saja,” katanya saat ditemui di tokonya.

Baca juga: Program BSPS di Cianjur Belum Sepenuhnya Dipahami Penerima Manfaat

Terpisah, Kades Karangwangi, Nana Suryadana membantah telah menemui pemilik material dengan berdalih jika hal tersebut dilakukan  oleh pendamping. Dirinya hanya sebatas menerima laporan dan memerintahkan para kadus untuk mengawasi di lapangan.

“Saya tidak pernah mendatangi pemilik material,  kalau mau juga saya usulkan punya saudara sendiri bukannya ke sana. Soal itukan  merupakan kewenangan dari pendamping, saya tidak tahu menahu,” dalihnya.

Diduga Kades berupaya mengatur pemenang tender sehingga bisa mengesahkan harga bahan bangunan yang tercantum dalam DRPB. Pasalnya tidak ada keterbukaan yang bisa menaksir harga agar tidak memberatkan PB. Saat ditanyakan tentang posisi Kades sebagai tim teknis yang ditetapkan Kementerian PUPR dimana salahsatu tugasnya mengesahkan DRPB dengan enteng menjawab hal itu baru tahu ditengah jalan.

“Kalau soal aturan main itu tahu tapi tentang posisi Tim Teknis ini saya baru tahunya setelah program berjalan. Pendamping sendiri tidak menjelaskan posisi ini malah mereka yang paling tahu ketimbang saya,”  bebernya.

Disinggung tentang dampak yang ditimbulkan dari pengesahan DRPB  oleh Kades yang akhirnya dikeluhkan PB karena harganya relatif mahal. Lagi-lagi tidak memberikan jawaban tegas malah hal itu dijawabnya sebagai urusan pendamping.

“Saya tidak paham juga kalau harga bahan bangunan jadi mahal karena itukan antara pendamping dengan PB bukan lagi urusan saya,” kilahnya.

Dengan tidak adanya upaya transparan dalam memilih Toko bangunan jelas berpotensi terjadinya kebocoran anggaran. Paling dirasakan dampaknya oleh Penerima Bantuan langsung.

“Coba kalau beli sendiri itu harganya udah bisa hemat 20 persen. Kitamah warga yang tidak bisa protes begitu disodorkan harga dari pendamping dan toko material. Padahal hati kecilmah keberatan atuh, cuma susah ngomongnya,” beber salahseorang PB.

 

Redaktur: Rikky Yusup

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0,000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0,000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CianjurUpdate.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Input your search keywords and press Enter.

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…

Scroll Up
error: Content is protected !!