EVONEWS
Now Reading:
Di Cianjur, Laskar Muda Padjajaran Siap Awasi Penggunaan Dana Desa
Full Article 2 minutes read

Di Cianjur, Laskar Muda Padjajaran Siap Awasi Penggunaan Dana Desa

Sejumlah anggota dan pengurus Laskar Muda Padjajaran saat foto bersama. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.CO – Laskar Muda Padjajaran yang bermarkas di kawasan Nagrak, Cianjur, Jawa Barat, bertekad untuk mengawasi penggunaan dana desa. Pasalnya ditengarai tidak tepat sasaran sehingga berpotensi terjadinya penyalahgunaan. Apalagi penyerapan anggarannya patut diduga belum dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar warga pedesaan.

Pernyataan di atas mengemuka dalam acara diskusi terbatas yang dihadiri para anggota laskar dengan pentolan aktivis 98. Kedepan upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa juga harus dijadikan di desa-desa.

“Besarnya kucuran dana desa sangat memungkinkan terjadinya penyelewengan anggaran. Sejalan dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa kita ingin berpartisipasi dengan cara mengawasi pembangunan di desa-desa yang menyerap dana yang bersumber dari keuangan negara tersebut,” kata Ketua Umum Laskar Muda Padjajaran, Tedi Subarkah S.H, selepas acara diskusi.

Tedi menambahkan proses pembangunan nasional  menempatkan warga desa sebagai skala prioritas. Sehingga kebutuhan infrastruktur fisik dan non fisik warga desa, setiap tahunnya mengalami perbaikan sekaligus penambahan fasilitas.

Suasana diskusi terbatas yang dihadiri para anggota dan pengurus Laskar Muda Padjajaran dengan pentolan aktivis 98. (Foto: Istimewa)

Besarnya anggaran yang capaiannya triliunan rupiah itu jika digunakan secara optimal maka akan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Sehingga perwujudan partisipasi warga salahsatunya melalui pengawasan secara riil.

“Terkait informasi mengenai dana desa belum banyak dipahami warga desa, baik proses perencanaan alokasi anggarannya, maupun manfaat lainnya yang bersumber dari dana desa. Bahkan tidak sedikit yang belum tahu sama sekali. Sebagai bagian dari komponen warga kita akan mengawasi dana desa. Sehingga dana tersebut benar-benar digunakan untuk memfasilitasi kepentingan warga desa,” tegasnya.

Salah seorang warga desa asal Cianjur, Mahfudz menyebutkan, jika selama ini informasi yang didapat dari pemerintahan desa kurang begitu banyak. Sehingga tidak mengetahui awal mula penerimaan dana untuk pembangunan desa tersebut. Agar memudahkan warga untuk melakukan pengawasan maka harus ada ruang informasi terbuka.

“Kalau pertemuan atau rapat-rapat di desa itu sudah ada yang mewakili, sedangkan untuk khalayak luas tidak banyak mengetahui mengenai penerimaan dana untuk pembangunan di desa ini. Ada baiknya informasi disampaikan terbuka agar warga juga berperan dalam memberikan pengawasan sehingga tepat sasaran,” tukasnya.

 

Redaktur: Rikky Yusup

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0,000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0,000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CianjurUpdate.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Input your search keywords and press Enter.

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…

Scroll Up
error: Content is protected !!