EVONEWS
Now Reading:
Istilah “Tenggelamkan”
Full Article 5 minutes read

Istilah “Tenggelamkan”

Ilustrasi: Angga Fajar Mauladi

Di antara semua jenis mahluk hidup, manusia paling mengutamakan penggunaan bahasa verbal dalam bentuk sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia.

Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, agar dapat dimengerti orang lain, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu, sesuai dengan aturan yang disepakati oleh masyarakat lingkungan kehidupan kita.

Bahasa menjadi bahan studi kelirumologi yang sangat menarik akibat dalam menjalin kesepakatan, kerap kali terjadi kekeliruan yang dikaprahkan dan dianggap sebagai benar, padahal sebenarnya keliru.

Bahasa tenggelamkan dalam basa Sunda adalah teleumkeun, atau leuleupkeun, ditenggelamkan = diteleumkeun/dileuleupkeun, bahkan dalam ungkapan sarkasme karena candaan yang tiada batas, sesuatu atau seseorang itu menjadi gurauan ditenggelamkan saja = teleumkeuneun/leuleupkeuneun.

Dalam bahasa Yunani, istilah tenggelamkan ada kata Bapto, artinya mencelupkan di dalam atau di bawah. Sedangkan Baptizo bisa berarti membenamkan, menenggelamkan atau membinasakan.

Tidak terkecuali dalam Alquran, istilah ditenggelamkan juga ternyata ada dalam kisah Nabi Nuh “..sesungguhnya mereka itu (orang-orang kafir) akan ditenggelamkan مُغْرَقُون ” (QS. Hud 11:37), dan kisah Raja Fir’aun saat akan tenggelam, berkatalah ia: ”Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah),” (QS. Yunus, 10: 90) !

Di wilayah negara Hispanik, ada urban legend, dengan istilah menenggelamkan. Namanya La Llorona (wanita yang menangis). Hantu ini biasa dikenal dengan nama Lady In White. Kisah hantu ini berawal dari seorang gadis bernama Maria, gadis tercantik di desa.

Dalam legenda, Maria hanya ingin menikahi pria tertampan di dunia. Suatu hari datanglah pria tampan bernama Ranchero, putra dari peternak kaya di daerah selatan.

Melihat kecantikannya, Ranchero jatuh cinta dan yakin bahwa ia bisa menikahi Maria. Dengan kegigihannya, singkat cerita menikahlah mereka.

Di awal pernikahan, keduanya sangat bahagia bahkan Maria melahirkan dua orang anak. Tapi, tak lama setelah itu, Ranchero mulai menunjukkan sifat aslinya.

Ia sering meninggalkan kota dan pergi berbulan-bulan. Bahkan ketika ia kembali ke rumah, ia hanya menemui anak-anaknya.

Ranchero sudah tidak lagi memperdulikan Maria dan ingin menyingkirkan Maria untuk menikahi wanita lain. Suatu sore, Maria dan anak-anaknya berjalan di pinggir sungai. Ranchero mendekati mereka sambil membawa wanita cantik di sampingnya.

Melihat hal tersebut Maria sangat marah. Akibatnya, ia tega mencelakai anak-anaknya dan membuang mereka ke dalam sungai.

Menyadari kesalahannya, Maria lalu ikut menenggelamkan dirinya ke sungai hingga tewas. Banyak masyarakat percaya bahwa arwah Maria ditolak ke alam baka. Ia tidak diperbolehkan masuk surga sebelum menemukan anak-anaknya.

Di negara kita, istilah tenggelamkan mulai ramai ketika Kementerian Kelautan dan perikanan dijabat oleh Susi Pujiastuti.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki luas lautan hampir 70 % memiliki sumber daya melimpah. Di antaranya terumbu karang, ikan, dan biota laut yang melimpah ruah.

Diperkirakan hampir 2.500 jenis ikan, dan 500 jenis karang, hidup di dalamnya. Dengan potensi tersebut semestinya Indonesia dengan nelayan dan masyarakat pesisir menjadi yang paling diuntungkan.

Akan tetapi tindakan pencurian ikan, illegal fishing telah menimbulkan kerugian besar bagi negara dan mengancam mata pencaharian nelayan, serta masyarakat yang berkepentingan langsung dengan perikanan.

Praktik pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal nelayan asing tidak hanya menggerus kekayaan laut, akan tetapi melanggar prinsip kedaulatan negara, mengenai batas perairan wilayah Indonesia.

Saat awal dilantik, banyak yang meramalkan pola kerja Ibu Menteri tidak akan berjalan, sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Dibanding dengan menteri Kabinet Kerja yang lain, background beliau berasal dari tamatan SMP, cukup rendah untuk bisa memimpin Kementerian.

Alhasil, banyak yang pesimis dengannya. Tapi setelah tiga tahun menjabat, dugaan sebagian masyarakat dan elite politik yang underestimate terhadap kemampuan dan keahlian Ibu Menteri menjadi berbanding terbalik.

Faktanya, sejumlah gebrakan dan capaian kinerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan ia jalankan. Mulai dari perubahan jam kerja pegawai di lingkup kementerian yang di bawahinya, kebijakan terhadap nelayan, serta cara penyelesaian tindak kejahatan illegal fishing yang dilakukan oleh kapal asing dengan penggunaan bahasa verbal “tenggelamkan” berjalan efektif bahkan populer ke ranah publik warganet.

Ada meme-meme yang jika disimak bikin pengamat geleng-geleng takjub. Ketika seseorang menulis “inilah percaturan Pilkada di salah satu daerah, monggo fastabiqul khoirot delapan kader terbaik.” Nomor urut satu hingga empat berjejer dengan para wakilnya.

Sekonyong-konyong komentar silih berganti, like me-like bermunculan, di antaranya: “Ayoo tenggelamkan selain no.2”. Tentu saja bak gayung bersambungan, komentar demi komentar, pro kontra mengiringi.

Akan tetapi konsistensi dalam Law Inforcement penegakkan hukum terhadap tindak pidana perikanan dengan “tenggelamkan” tetap terus dilanjutkan untuk menunjukkan ketegasan dan kewibawaan pemerintah di mata dunia, menegakkan dan melindungi kedaulatan negara, serta mengamankan kekayaan laut dari penjarahan negara lain.

Pada titik ini, Susi harus mendapatkan dukungan publik. Niatnya untuk menjaga samudera Indonesia, agar bersih dari para perompak harus mendapatkan apresiasi luas banyak kalangan. Bahkan, publik juga harus memberi dukungan, melalui berbagai kegiatan lain yang bisa menyelamatkan khasanah kekayaan sumber daya kelautan kita.

Pada Susi, kita berharap banyak, agar kekayaan laut kita bisa digunakan sebesar-besarnya untuk rakyat. (Penulis adalah pengelola di Yayasan Al-Fatmah)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0,000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0,000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CianjurUpdate.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Input your search keywords and press Enter.

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…

Scroll Up
error: Content is protected !!