EVONEWS
Now Reading:
Lapang Prawatasari Cianjur, Dulu dan Sekarang
Full Article 2 minutes read

Lapang Prawatasari Cianjur, Dulu dan Sekarang

Taman edukasi di Lapang Joglo yang diperuntukan bagi masyarakat umum, dan para siswa, di dalamnya terdapat sebanyak 78 tanaman langka. (Foto: cianjurupdate.co/Fauzan Soleh)

CIANJURUPDATE.CO – Mengenal lebih dalam Lapang Prawatasari yang ada di daerah Joglo, Kelurahan Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang telah dibangun 2 tahun silam ini.

Lapang yang lebih dikenal masyarakat Cianjur dan sekitarnya, dengan sebutan Lapang Joglo itu, kini telah disulap menjadi indah nan asri, dengan dihiasi taman yang ada di sebelah utara Lapangan Joglo.

Nama Lapang prawatasari sendiri diambil dari nama tokoh pahlawan yang dulu pernah berjuang melawan penjajah.

Selain sering dijadikan sebagai tempat acara-acara penting, seperti upacara Hari Kemerdekaan atau hari-hari besar nasional lainnya, juga tepat di hari Minggu, selalu diadakan aktivitas olahraga yang diperuntukan bagi masyarakat Cianjur.

Baca juga: Ini Alasan Masyarakat Cianjur Dukung Penataan Kembali Lapang Prawatasari

Namun siapa sangka, ada sisi lain yang lebih unik dari taman yang ada di sebelah utara, Lapang Joglo tersebut, yang dinamai taman edukasi. Ternyata, di sini terdapat 78 tanaman langka yang sengaja ditanam untuk dijadikan pembelajaran atau bahan edukasi bagi para siswa sekaligus masyarakat yang ingin mengetahuinya.

Dari ke 78 tanaman langka tersebut, di antaranya ada tanaman Berenuk, Sosis Bima, Kurma, dan masih banyak lagi jenis tanaman lainnya.

“Di sini itu ada sekitar 78 tanaman langka, dan ini jadi taman edukatif. Di mana para siswa atau siswi boleh mempelajari karakter tumbuhan yang ada. Berbagai macam tanaman langka ada, dan nanti akan kembali dikembangkan tanamam-tanaman yang eksotis,” terang Yeyen Ruhyanda, selaku staf ahli PT Exotica, kepada cianjurupdate.co beberapa waktu lalu.

Kini, Lapang Joglo pun sudah dibangun taman, namun menurut Yeyen, masih belum ada kesadaran dari masyarakatnya untuk menjaga secara bersama-sama, sehingga tanaman yang awalnya telah diberi nama dan dipagar tersebut, kini telah rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Karena sekarang ini masyarakat kita kurang memahami, sudah jelas di pagar, tapi ya begitulah,” keluhnya. (Fauzan Soleh)

Leave your vote

-4 points
Upvote Downvote

Total votes: 10

Upvotes: 3

Upvotes percentage: 30,000000%

Downvotes: 7

Downvotes percentage: 70,000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CianjurUpdate.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Input your search keywords and press Enter.

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…

Scroll Up
error: Content is protected !!