EVONEWS
Now Reading:
Menyoal Pemilu, “KIPP Kabupaten Sukabumi Mendapat Temuan”
Full Article 4 minutes read

Menyoal Pemilu, “KIPP Kabupaten Sukabumi Mendapat Temuan”

Ketua KIPP Kabupaten Sukabumi, Rendi Prianto. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.CO, Sukabumi – Pelaksanaan Pemilu Nasional (Pilnas) yang diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, ternyata masih banyak didapati kesalahan dan harus banyaknya perbaikan.

Hasil dari pemantauan yang dilakukan oleh Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi misalnya, ternyata masih banyak temuan kesalahan kinerja perangkat KPU dan BAWASLU.

“Beberapa temuan yang kami dapatkan, hasil dari laporan anggota KIPP Kabupaten Sukabumi, yang kami sebar di beberapa kecamatan, diantaranya :

1. Masih terdapat orang sudah meninggal, tapi masih terdaftar di DPT, dan itu hampir ada 5 orang. Padahal mereka sudah meninggal, sebelum masuk tahun 2019.

2. Adanya Kekurangan logistik, yakni C1 Pleno Penghitungan DPRD Provinsi di TPS 2, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, yang mengakibatkan TPS 2 menggunakan C1 Pleno hasil inisiatif PPK, yakni hasil print manual menggunakan kertas HVS.

3. Respon KPU kabupaten Sukabumi dalam memberikan solusi dari Kejadian kekurangannya C1 Pleno Penghitungan DPRD Provinsi disalah satu TPS yang hampir 1 minggu tidak ada kepastian, sebab penyampaian dari PPK yang bersangkutan ke KPU kabupaten disampaikan pada tanggal 10 April 2019, tapi hingga malam 17 April 2019 tidak ada kepastian.

4. Anggota KPPS yang notabene masih usia 40-50 tahun mengakibatkan dalam proses rutinitas pungutan di KPPS tetap pada pemahaman awal mereka tidak disesuaikan dengan peraturan yang diberlakukan.

5. Di beberapa wilayah didapati mengenai proses penghitungan sah dan tidak sah, masih banyak yang tidak memahami, apakah hasil coblosan itu dikatakan sah atau tidak sah.

6. Kurangnya sosialisasi penggunaan Aplikasi SIPITUNG untuk digunakan di setiap TPS yang akibatnya proses administrasi tidak merata dan membuat kerja KPPS dua kali kerja.

7. Pelaporan PTPS melalui aplikasi SIWASLU yang tidak respon dan loading sehingga proses pelaporan oleh masing-masing PTPS menumpuk di BAWASLU kecamatan.

8. Proses pencoblosan di TPS banyak terjadinya penumpukan pemilih yang mengantre di bilik suara, dan juga ditemukan banyak pemilih yang kebingungan melipat surat suara dan memasukan surat suara ke kotak suara. Ini diakibatkan kurangnya anggota KPPS di masing-masing TPS yang bisa memungkinkan saksi terlibat di proses pra peliptan dan pascapelipatan dalam mempengaruhi pemilih di bilik suara.

9. Di Kecamatan Cantaiyan ditemukan bahwa ada pemilih yang seharusnya memilih di TPS A tapi malah jadi memilih di TPS B padahal si pemilih masih dalam Dusun yang masuk di TPS A sehingga dia harus memilih di tempat yg terbilang jauh dari rumahnya.

10. Para saksi dari partai, calon presiden dan dewan yang datang sebagai saksi tidak kurang dari 4 orang di tiap TPS malah ada dari saksi presiden di satu TPS yang terindikasi menggunakan atribut yang mempengaruhi peserta pemilih di TPS malah-malah mereka kaya belum faham jadi saksi seperti apa,” ujar Rendi Prianto, selaku Ketua KIPP Kabupaten Sukabumi dalam siaran persnya yang diterima cianjurupdate.co baru-baru ini.

Dari beberapa temuan tadi lanjut dirinya, dapat dikatakan bahwa proses pra Pemilu yang dilakukan di Kabupaten Sukabumi masih harus banyak perbaikan dan koreksi.

“Kalau menurut kami di KIPP, dengan temuan-temuan di lapangan yang mencapai 10 poin itu harusnya lebih diperhatikan oleh para penyelenggara Pemilu yang dalam hal ini KPU dan BAWASLU Kabupaten Sukabumi juga para partai politik agar selain dari partisipasi pemilih yang menjadi acuan harus dengan persentasi bagus tapi juga ditopang dengan kinerja yang bagus dan pendidikan politik dari partai politik yang baik. Karena buat apa kalau partisipasi pemilih besar tapi hasil pemilihannya buruk. Semisal temuan C1 Pleno DPRD Prov yang tidak ada disalah satu TPS, proses sosialisasi yang tidak merata, anggota KPPS yang kurang personel dan lain sebagainya. Itu merupakan hal yang harus diperbaiki dan segera dibenahi,” tandasnya.

“Mudah-mudahan hasil pantauan kami di KIPP Kabupaten Sukabumi ini dapat menjadikan masukan bagi para perangkat penyelenggara PEMILU, partai politik dan yang terlibat di kepemiluan agar proses Pemilu kedepannya jauh lebih baik,” sambung dirinya.

 

Reporter: Rudi R

Redaktur: Rusmana

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0,000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0,000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CianjurUpdate.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Input your search keywords and press Enter.

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…

Scroll Up
error: Content is protected !!